Rabu, 08 Oktober 2008

Naik haji tanpa nyeri sendi

Naik haji adalah salah satu Rukun Iman dalam agama Islam yang wajib dilakukan oleh orang yang mampu. Mampu dalam hal ini tentu saja bukan hanya dalam hal pembiayaan tetapi juga dalam kesehatan. Karena orang yang sakit atau kurang sehat sulit untuk menjalankan ibadah ini secara khusyu mengingat ibadah ini memerlukan stamina yang cukup.

Ratusan ribu orang setiap tahunnya berangkat ke Mekkah dan Madinah untuk beribadah haji. Sebagian dari jamaah ini berumur diatas 50 tahun yang rentan dengan penyakit degeneratif. Salah satu yang paling sering terjadi adalah Osteoarthritis (penyakit degeneratif sendi). Penyakit ini biasanya menyerang sendi lutut yang menimbulkan nyeri kadang disertai kaku pada pagi hari yang hilang dalam waktu kurang dari setengah jam. Di masyarakt penyakit ini sering disalahnamakan sebagai rematik atau asam urat (penyakit yang lain), di kalangan dokter biasanya menjelaskan ke pasien dengan sebutan perkapuran. Jamah haji yang menderita penyakit ini akan sulit menjalani rukun haji seperti thawaf atau sa’I karena tentu saja nyeri di lututnya akan sangat menggangu.

Salah satu terapi utama untuk penyakit ini adalah obat pereda nyeri atau Obat anti Inflamasi non steroid (OAINS). Hanya sayangnya terkadang ada penderita yang tidak bisa meminum OAINS karena mereka menderita MAAG atau ada juga yang sudah tidak mempan lagi karena gangguan absorpsi atau distribusi obat. Maka Untuk penderita seperti ini digunakan terapi injeksi intra sendi (intrarticular steroid injection).

Injeksi steroid intrasendi untuk OA lutut sangat efektif mengurangi lutut. Bebas nyeri bisa dirasakan sampai 4 minggu (tanpa minum obat), sehingga sering disebut holiday injection karena biasa di Amerika pasien minta suntikan ini sebelum berlibur supaya mereka bisa berlibur dengan enak memancing dengan cucunya atau bermain di pantai tanpa khawatir nyeri lututnya kumat.

Terapi ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat langsung ke dalam sendi lutut sehingga harus dilakukan oleh dokter yang terampil. Biasanya efeknya dirasakan langsung dan bertahan sampai 4-5 minggu (tergantung obat yang dipakai) sehingga sering membuat pasien terheran-heran. Efek samping yang mungkin timbul dari prosedur ini kecil sekali bila dilakukan oleh dokter yang terampil. Terapi ini hanya boleh dilakukan maksimal 3 kali dalam satu tahun sehingga kita harus pilih waktu yang tepat untuk menggunakan terapi injeksi libur nyeri ini.

Naik haji membutuhkan waktu kurang lebih 4 minggu dan lebih kurang untuk yang ONH plus jadi jamaah yang menderita penyakit ini bisa mengambil manfaat dari terapi ini. karena selama di Tanah suci bila lutut tidak nyut2an karena nyeri tentunya kita bisa beribadah dengan khusyu dan tenang. Apalagi biaya untuk terapi ini tidak mahal hanya sekitar 150 – 250 ribu tergantung obat yang dipakai.

Tidak ada komentar: