Apakah anda pernah dengar kerabat atau saudara anda mengeluh tentang nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki?? Atau nyeri kepala dan nyeri/tegang leher berkepanjangan yang sulit sekali sembuh dan sering kambuh?? Atau nyeri di bahu yang membuatnya sulit untuk digerakkan dan terasa berat kadang menjalar nyeri sampai ke lengan?? Kemungkinan besar pernah karena keluhan-keluhan itu adalah merupakan salah satu keluhan tersering dalam dunia kesehatan.
Nyeri di pinggang seperti demikian sering diasosiasikan dengan jepitan saraf, saraf yang terjepit mengalami iritasi sehingga menimbulkan nyeri yang menjalar sepanjang daerah yang dipersarafinya. Leher yang tegang dan nyeri sering juga diasosiasikan dengan tekanan darah yang tinggi sedangkan nyeri bahu biasa dihubungkan dengan rematik atau asam urat.
Berdasarkan asosiasi diatas kerabat anda sering terjebak dengan pemeriksaan diagnosis yang mahal seperti MRI, CT SCAN, EMG. Setelah itu biasanya menjalani terapi dengan pereda nyeri atau OAINS untuk sekedar mengurangi nyerinya dan kadang menjadi tergantung dengan obatnya, beberapa menjalani fisioterapi yang kadang malah memperparah kondisinya.Beberapa yang tidak berespon menjalani operasi senilai jutaan rupiah yang sering tidak juga mengurangi nyerinya.
Bagaimana kalau saya bilang selama ini kemungkinan kerabat anda menjalani diagnosa dan terapi yang kurang tepat dan ia bisa dengan hampir sekejap menghilangkan nyerinya dengan efektif dengan terapi serta obat minimal dan menghemat jutaan rupiah dengan memahami satu penyakit ini. Penyakit ini adalah “MYOFASCIAL PAIN SYNDROME”. Penyakit ini adalah salah satu penyakit yanf paling sering di misdiagnosa oleh dokter tidak Cuma di
DI Amerika (karena data di Indonesia belum ada) Myofascial pain adalah diagnosis yang biasa di klinik nyeri bahkan dalam salah satu penelitian mencapai lebih dari 75 %, tetapi di penelitian lain yang mancakup klinik umum atau kedokteran keluarga bahkan spesialis ditunjukkan biasanya pasien harus menemui 4 dokter dengan diagnosis yang kurang tepat terlebih dahulu untuk mendapat diagnosis yang benar sehingga kebanyakan dari pasien ini telah menjalani banyak pemeriksaan mahal yang tidak perlu seperti MRI dan CTScan.
Gejala nyeri myofascial ini bisa muncul di sekujur tubuh dari kepala sampai kaki di kepala dia muncul sebagai nyeri kepala, migraine, vertigo, leher tegang (sering disalahartikan dengan tekanan darah tinggi), di bahu yang menjalar ke tangan yang sering dibilang rematik atau asam urat, paling sering di pinggang yang menjalar ke kaki yang sering dibilang jepitan saraf/HNP. Bisa juga di betis dengan nyeri yang menjalar sampai ke kaki. Bahkan di dada juga bisa timbul dengan gejala mirip seperti serangan jantung Kadang juga ada gangguan lain seperti keringat yang kurang di daerah yang nyeri dan cepat letih atau kurang bersemangat bekerja. Oleh karena itu penyakit ini sering terlewatkan karena gejalanya sangat mirip dengan penyakit lain.
Nyeri myofascial dicirikan dengan adanya trigger point atau titik cetus yaitu suatu titik baik dekat atau jauh dari lokasi nyeri yang apabila ditekan mencetuskan nyeri yang biasa dirasakan oleh pasien yang kadang terletak jauh dari titik cetusnya dan penjalaran ini sifatnya konstan dan tetap dan tidak berhubungan dengan penjalaran saraf. Karena konstan dan tetapnya dr Travell (pionir peneliti penyakit ini) membuat diagram titik-titik cetus dan penjalaran nyerinya di seluruh tubuh yang masih dipakai sebagai referensi sampai sekarang Titik cetus ini kalau ditekan terasa seperti tali yang tegang (TAUT BAND) dan kadang muncul kedutan saat dicetuskan. Kadang juga ada gangguan lain seperti keringat yang kurang di daerah yang nyeri dan cepat letih atau kurang bersemangat bekerja.
Terapi untuk Myofascial Pain adalah dengan meregangkan titik cetus ini. Beberapa teknik yang paling sering dipakai adalah dengan stretch n spray dan injeksi trigger point (titik cetus) dengan biaya yang sangat terjangkau. Terapi ini sangat efektif dan hamper dramatis, seringkali nyeri yang telah menahun hilang atau berkurang intensitasnya hampir seketika. Seorang dokter pasti senang sekali melihat wajah pasien yang puas sekaligus bingung merasa nyerinya hilang seketika.
Penyebab nyeri myofascial dibagi menjadi dua yaitu mekanik seperti postur yang kurang baik misal ada lordosis pada tulang belakang, panjang kaki yang tidak sama yang menyebabkan kontraksi otot dari kaki sampai ke leher untuk menyeimbangkan mata yang secara kronis menjadi salah satu penyebab paling sering dari nyeri myofascial. Faktor ergonomic juga memegeng peranan dalam nyeri myofascial posisi tidur yang kurang baik, kebiasaan memakai hak tinggi, bangku kantor yang kurang menopang tulang punggung sampai kebiasaan menjepitkan gagang telpon di pundak saat menerima telpon. Penyebab-penyebab ini juga harus diidentifikasi untuk mencegah kambuhnya kembali penyakit ini.
Myofascial pain tidak memerlukan peralatan canggih dan mahal untuk didiagnosa cukup perlu tangan yang terlatih untuk meraba titik cetus dan kemampuan terapi titik cetus baik stretch n spray atau injeksi titik cetus yang mumpuni. Hilangnya atau berkurangnya intensitas nyeri segera setelah terapi menegakkan diagnosis penyakit ini adalah MYOFASCIAL PAIN.
Nyeri myofascial adalah penyakit umum yang bisa didiagnosa dan tatalaksana secara efektif. mudah dan murah tetapi apabila terlewatkan akan menyebabkan pasien terpaksa harus menjalani berbagai pemeriksaan dan penatalaksanaan mahal yang seharusnya tidak perlu.
Jadi untuk anda yang menderita nyeri ada harapan baru untuk anda ada kemungkinan anda menderita myofascial pain yang bias diterapi dengan mudah dan murah menghemat jutaan rupiah.
2 komentar:
Salam,
Oleh dokter saya difonis HNP karena dr hasil MRI memang menunjukkan adanya bantalan tulang yang pecah. Saya telah melakukan berbagai macam terapi mulai dari akupunctur, tens, traksi lumbal dan hidro terapi, namun hasilnya masih belum memuaskan walaupun nyerinya sudah berkurang namun masih tetap ada. mohon informasi dimana dan bagaimana saya dapat memperoleh terapi yang hemat tersebut.
terimakasih,
aat
HNP dan myofascia pain adalah 2 masalah yang berbeda. Pengobatan HNP juga jauh berbeda ya. Jadi g nyambung banget kl nanya pengobatan myofascia pain untuk mengatasi HNP
Posting Komentar